Belum Pecah Telur Di Affiliate Marketing? Mungkin Ini Sebabnya….

Hans David
Follow Me:

Hans David

Jurnalis & Affiliate Blogger at HansDavidian.com
Wartawan yang di waktu senggangnya mencari extra income lewat affiliate marketing. Dapatkan info gratis cara saya mendapatkan Rp 420,000 lewat 2 tweet iseng-iseng berhadiah di sini.
Hans David
Follow Me:

Dalam dunia affiliate, ada yang dikenal dengan istilah “belum pecah telur”. Maksudnya adalah ketika seorang affiliate login ke dashboard program affiliate yang dia promosikan, di kolom komisi selalu terlihat angka 0. Artinya si affiliate belum berhasil melakukan penjualan sekalipun.

Berapa lama sih biasanya seorang affiliate bisa pecah telur? Well, jawabannya tergantung dari affiliate masing-masing. Ada yang sehari bisa pecah telur dan ada yang sudah 10 tahun lebih mencoba peruntungan di affiliate marketing belum pernah mendapatkan yang namanya komisi sekalipun.

Banyak affiliate yang akhirnya frustasi dan mengatakan bahwa affiliate marketing simply does not work atau tempat kursus yang mengajarkan affiliate marketing itu bullshit semua dan cuma mau tipu-tipu dengan memanfaatkan kenaifan orang-orang yang berpikir bahwa cari uang di internet itu gampang.

Benarkah demikian?

Semua tempat belajar affiliate marketing yang benar, mau yang biayanya Rp 200,000 per bulan sampai yang jutaan per tahun atau untuk lifetime, pasti mengajarkan hal-hal yang sama kalau ingin mulai mencari extra income sebagai seorang affiliate, yaitu:

  1. Tentukan niche market yang ingin disasar, contoh: fitness, fashion, resep makanan, kerajinan dan apapun yang sesuai dengan minat atau keahlian kita.
  2. Cari vendor yang menyediakan produk yang sesuai dengan niche pilihan kita dan juga menyediakan program affiliate.
  3. Daftar sebagai affiliate ke vendor yang bersangkutan.
  4. Dapatkan link affiliate.
  5. Mulai bikin blog atau website yang memiliki tema yang berhubungan dengan niche dan produk yang kita pilih.
  6. Isi konten blog atau website dengan informasi dan artikel yang memiliki nilai guna buat pembaca.
  7. Pasang link affiliate di blog atau website kita.
  8. Promosikan blog atau website kita untuk mendapatkan visitors.
  9. Bangun list email visitors kita dengan aplikasi autoresponder.
  10. Follow up dengan email atau artikel-artikel baru yang dikirim via email dan menyisipkan link affiliate kita.
  11. Kalau mereka tertarik dengan produk yang kita tawarkan dan membeli, kita dapat komisi.

Nah, cuma itu saja kok. Saya practically bocorin outline kurikulum belajar affiliate marketing yang di luaran cuma bisa kamu akses dengan biaya minimal Rp 500,000. Terus kenapa banyak yang gagal?

Salah satu hal yang paling sering saya temui dari affiliate-affiliate yang frustasi bukanlah karena ajaran yang mereka terima itu salah tapi mereka sendiri yang tidak optimal mempraktekkan apa yang mereka pelajari.

Di salah satu Facebook Group affiliate marketing yang saya ikuti, saya sering menemui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  1. Duh, saya sudah 5 tahun main affiliate marketing tapi kok belum pecah telur ya sampai sekarang?
  2. Duh, kok traffic web saya sedikit sekali yah?
  3. Duh, kok produk yang saya promosikan gak laku-laku yah? Jelek nih kayaknya….
  4. Dan seterusnya….you get the idea….

Yang bikin tepok jidat adalah sering ketika oleh group admin dan senior-senior ditanyakan lebih jauh permasalahannya, banyak orang-orang yang bertanya seperti ini akhirnya mengaku bahwa untuk membuat blog atau website sederhana saja mereka belum melakukannya. Lantas kalau sudah begini masa vendor atau tempat belajar yang disalahkan kalau mereka belum pecah telur?

Ketika ditanyakan kenapa mereka belum juga membuat blog atau website sendiri setelah bertahun-tahun belajar affiliate marketing, muncul lagi berbagai macam alasan, seperti:

  1. Saya gaptek jadi saya gak bisa coding untuk bangun situs.
  2. Beli domain dan hosting mahal (padahal domain gak sampai Rp 200,000 per tahun dan hosting itu bisa mulai dari yang kecil dulu yang Rp 300,000-an per tahun).
  3. Saya gak tau mau nulis apa.
  4. Dan seterusnya….

Nah, kalau sudah seperti itu biasanya para pengajar dan senior cuma bisa mengelus dada saja. Pengen cari extra income di internet tanpa website itu ibarat bunuh diri pelan-pelan dan orang-orang ini berpikir bahwa cukup dengan modal link affiliate default dari vendor mereka akan bisa mendapatkan komisi yang besar.

Kalaupun ada yang sudah memiliki website, hal yang sering mereka lupakan adalah berinvestasi di tools internet marketing seperti autoresponder atau plugin premium yang bisa membantu mereka memasarkan produk sebagai affiliate dengan lebih efisien.

Alasannya ya sama berputar-putar di masalah yang itu-itu juga….males bayar bulanan autoresponder lah karena dianggap buang-buang uang, males beli plugin lah karena toh kalau rajin bisa cari versi bajakkannya dan lain-lain.

Ada juga yang memiliki masalah traffic ternyata tidak pernah mencoba memasang iklan di Facebook ataupun Google sepanjang hidupnya.

Ada gak sih affiliate yang bisa menjual produk vendor tanpa perlu pasang iklan? Ada dan ini cuma bisa terjadi kalau affiliate yang bersangkutan sudah memiliki jumlah audience besar. Kalau kamu seorang seleb yang telah memiliki jutaan followers di medsos, kamu bisa dengan mudah berpromosi gratis ke mereka dan pasti ada penjualan walaupun kamu cuma sekedar testing produk ke cold market.

Nah kalau bukan? Ya mulai bangun audience dan salah satu caranya ya blogging dan list building. Tapi walaupun sudah diberi informasi seperti ini, tetap saja ada affiliate yang bersikukuh bahwa blogging dan list building itu nanti saja pas mulai sudah menikmati komisi.

Mereka terus saja berkutat berjam-jam di internet untuk mencari “kunci rahasia” affiliate marketing yang akan memungkinkan mereka memperoleh komisi besar dengan tanpa website, tanpa memiliki list dan tanpa ngiklan sementara kalau saja mereka memanfaatkan waktu yang telah mereka buang untuk mencari “kunci rahasia” itu dengan menginvestasikan tenaga dan modal untuk membeli tools dan pasang iklan agar promosi mereka lebih efektif tentu hasil yang mereka dapatkan akan berbeda.

Mereka menganggap diri mereka bermain “pintar” dengan meminimalisir pengeluaran modal tapi mereka sendiri ga sadar bahwa waktu mereka yang terbuang percuma untuk mencari “kunci ajaib” itu harganya jauh lebih mahal dari modal yang seharusnya mereka keluarkan untuk berinvestasi di tools dan web bikinan sendiri karena waktu yang telah terbuang itu tidak mungkin kembali.

Dan setelah semua kekukuhan mereka untuk menjalankan affiliate secara gretong dan gagal total ini, mereka tetap menyalahkan penyedia kursus ataupun vendor atas kegagalan mereka. Kocak bukan?

Saya sih cuma mau ngomong aja fakta sebenar-benarnya tentang affiliate marketing ini kalau kamu ingin mencoba menggunakannya untuk mendapatkan extra income:

“Becoming an affiliate is free but doing affiliate marketing is not. Anyone who tells you that you can do affiliate marketing for free is a liar,”

Ini supaya mindset kamu tersetting dengan benar sebelum kamu memutuskan untuk masuk ke dunia ini. Gak ada itu yang namanya “kunci ajaib” atau “kunci rahasia” yang akan membuka keran komisi affiliate dalam waktu singkat. Kalau kamu ingin menjalankan affiliate marketing, kamu harus belajar dan juga mempraktekkan ilmu-ilmunya.

Gaptek? Ya belajar cara bikin website. Di tiap kursus affiliate marketing yang benar pasti ada panduan step-by-step dan tinggal kamu ikutin. Masih ketakutan juga? Sewa web designer. Susah amat.

Gak ada modal buat bangun blog affiliate yang lengkap? Biaya langganan domain, hosting dan autoresponder per tahun itu kurang dari Rp 5 juta. Orang yang buka gerobak makan pinggir jalan saja mengeluarkan modal yang lebih besar dari kamu. Dan kalau untuk mengeluarkan Rp 5 juta per tahun saja untuk bangun aset dan infrastruktur online kamu saja keberatan, mungkin memang dunia affiliate ini bukan untuk kamu.

Intinya, jangan banyak alasan kalau kamu bisa tanpa ragu spend ratusan ribu dalam sehari untuk beli barang-barang non-produktif tapi untuk beli domain seharga Rp 100,000 per tahun saja kamu merasa ragu-ragu.

Jadi, kalau kamu seorang affiliate dan selama bertahun-tahun belum pernah pecah telur atau cuma menerima komisi Rp 100,000-an per tahun, coba deh review lagi apa yang selama ini sudah kamu lakukan. Kamu sudah mempraktekkan ilmunya dengan optimal atau kamu banyak trying to cut corners karena berbagai alasan?


Info Gratis: Cara Saya Mendapatkan Uang Jajan Ekstra Sebesar Rp 420,000 Lewat 2 Tweet Iseng-Iseng Berhadiah

Isi data-data kamu di form ini agar saya bisa mengirimkan infonya kepada kamu lewat email.

privacy Data kamu aman & tidak akan dipakai buat tipu-tipu

Leave A Response

* Denotes Required Field