Semalam ada yang bertanya kepada saya mengenai tempat berlatih Brazilian Jiu Jitsu (BJJ) di sebuah kota yang dikenal sebagai “kota pelajar”.

Ada satu gym BJJ yang cukup terkenal di sana dan saya pun merekomendasikan orang yang bersangkutan ke gym tersebut. Tapi dia kemudian menjawab bahwa dia telah mencoba gym tersebut dan merasa bahwa gym tersebut tidak friendly kepada kawan-kawan dari komunitas LGBT.

Saya terkejut karena setahu saya orang-orang di komunitas baku hantam cukup terbuka kepada semua orang regardless of beliefs, race or sexual orientation. Saya bertanya lagi kepada beliau kenapa sampai berpikiran demikian. Lalu dia menjawab bahwa pernah ada temannya yang gay dan agak gemulai berlatih di sana dan sering dikata-katai oleh pelatihnya karena “nggak cowok” banget.

Contoh makian-makian yang sering diterima kawan gay ini adalah “cowok kok kayak cewek”, “cowok kok lembek” dan sejenisnya. Karena saya ingin membantu orang ini menemukan tempat latihan yang lebih inklusif, saya memutuskan untuk memposting cerita dia di IG story sekaligus bertanya ke orang-orang komunitas grappler kalau ada rekomendasi tempat yang aman untuk LGBT berlatih.

Suprisingly, ada member dari gym yang anti-LGBT mereply postingan saya dan dengan bangga menyatakan “di gym kami pasti gak ada homo”. Mungkin orang ini gagal paham membaca pertanyaan “Bisa rekomen gym BJJ yang gak homophobic gak?”. Jadi ya cerita kawan di atas terkonfirm dengan sendirinya bahwa gym BJJ yang terkenal di kota tersebut memang anti-LGBT.

Untungnya dari IG story saya itu ada yang merekomendasikan gym lain di kota tersebut yang jauh lebih inklusif. Singkat cerita, saya pun merekomendasikan gym tersebut ke kawan yang bertanya tadi dan semoga di sana dia bisa menemukan teman berlatih dan pelatih yang lebih baik.

Anyway, yang saya gak habis pikir itu ternyata masih ada ya di 2019 ini gym bela diri yang homophobic. Parahnya gym BJJ pula. I expected more from BJJ gyms. Kenapa? Karena yang punya akses ke gym BJJ biasanya orang-orang berpendidikan dan cukup mapan sehingga setidaknya punya pemikiran yang lebih terbuka lah.

Lagi pula dulu Helio menciptakan teknik BJJ adalah untuk membantu orang-orang “kecil” untuk mengalahkan orang-orang yang jauh lebih “besar dan kuat”. Akhirnya spiritnya adalah untuk membantu orang-orang termarjinalkan, seperti komunitas LGBT, bukan untuk semakin mengucilkan dan, lebih parah, membully mereka for their sexuality.

Jadi sungguh amat sangat absurd bin ironis ketika ada orang yang melatih BJJ tapi melakukan bullying terhadap orang-orang yang berasal dari golongan termarjinalkan ketimbang membantu empowerment mereka.

Ya saya akui bahwa di dalam komunitas bela diri seperti MMA dan BJJ dalam setiap sesi latihan sering terlontar joke-joke yang seksis dan menyerempet homoseksualitas.

Contohnya; kalian semua yang latihan BJJ pasti tau lah banyak posisi-posisi badan kita dan lawan ketika sparring itu agak-agak erotis dan awkward. Posisi north and south, misalnya, is practically posisi 6-9. Terus juga ada posisi turtle di mana kita terlihat seperti mau disodomi. Waktu kita melakukan armbar juga kan sebenarnya kita nempelin biji kita ke siku teman latihan kita. Teknik kimura biasanya diajarkan dengan cara literally putting our assholes on our friend’s face.

Biasanya ketika kita nonton teman lagi sparring terus ada posisi-posisi seperti ini suka ada terlontar jokes seperti “hahaha anjir, kayak homo lo berdua,” atau “hati-hati kena bijinya!” dan sebagainya. Tapi ya itu semua cuma jokes untuk mentertawakan diri sendiri, karena kita melihat betapa konyolnya posisi kita ketika sparring, tanpa ada maksud malicious intent untuk merendahkan ataupun downplay teman kita yang LGBT.

Pada akhirnya memang gym BJJ itu entitas swasta dan memang berhak menentukan policy untuk tidak menerima member dengan alasan apapun.

Tapi ya mbok ya kalau memang anti-LGBT ya pasang lah banner besar-besar mengumumkan bahwa gym tersebut tidak mau menerima member dari komunitas tersebut. Jangan misalnya mau menerima bayaran dari member LGBT untuk sesi kelas tapi tetap membully. That is hypocritical in my opinion. You love their money but you hate them as humans. Pengumuman semacam itu juga penting agar orang-orang seperti saya bisa tahu mana gym BJJ yang sebaiknya dihindari untuk berlatih karena isinya orang-orang homophobic.

Follow Me:

Hans David

A lifestyle journalist and a student of the gentle art with Alliance Jiu Jitsu Indonesia.
Hans David
Follow Me:

Leave a Reply

Your email address will not be published.