Hans David
Follow Me:

Hans David

Jurnalis & Affiliate Blogger at HansDavidian.com
Wartawan yang di waktu senggangnya mencari extra income lewat affiliate marketing. Dapatkan info gratis cara saya mendapatkan Rp 420,000 lewat 2 tweet iseng-iseng berhadiah di sini.
Hans David
Follow Me:

Sejak saya menerbitkan artikel tentang tempat belajar Brazilian Jiu Jitsu di Jakarta dan sekitarnya, banyak yang mengirimkan pertanyaan mengenai rekomendasi tempat latihan bela diri di kota-kota lain di NKRI lewat form kontak ataupun media sosial.

Saya sebenarnya bisa saja mencari di Google untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut tapi karena tentunya saya tidak bisa menjawab semuanya satu per satu apalagi untuk mereka yang tinggal di kota-kota yang cukup jauh dari Jakarta, maka yang bisa saya lakukan adalah memberikan semacam panduan cara memilih gym/klub bela diri yang benar dan bukan yang abal-abal atau istilah kerennya McDojo.

McDojo adalah istilah mainstream di Amerika untuk menggambarkan klub bela diri yang tidak jelas dan penuh tipu-tipu. Kebanyakan style bela diri yang diajarkan di klub semacam ini hanya terlihat fancy tapi tidak pernah terbukti street effective (bisa dipakai buat situasi darurat harus bertarung di jalanan) atau tidak. Contoh yang sempat booming di Amerika itu adalaha ilmu Dim-mak (death punch) dan berbagai jenis no-touch KO chi martial arts.

Di Indonesia keberadaan McDojo belum separah di Amerika. Kebanyakan sekolah martial arts di sini memang legitimate, mungkin karena latar belakang kita sebagai bangsa asia yang punya akar tradisi bela diri yang kuat, walaupun masih cukup sering kita lihat demo-demo “ilmu tenaga dalam” yang tidak jelas.

Jadi kalau kamu ingin ikutan gym/klub martial arts yang benar, berikut ciri-cirinya:

1. Punya instruktur yang kompeten

Lineage Alliance BJJ Indonesia mulai dari Mitsuyo Maeda ke Carlos Gracie ke Helio Gracie ke Rolls Gracie ke Jacare sampai akhirnya ke Deddy Wigraha.

Sebelum bergabung, ada baiknya kamu cari tahu dulu nama-nama instruktur atau head coach dari klub bersangkutan. Di jaman serba Google sekarang ini sangatlah gampang mencari info latar belakang dan pengalaman seorang instruktur atau head coach.

Seorang instruktur atau head coach tidak harus memiliki latar belakang sebagai seorang juara ataupun atlet nasional. Ini bisa menjadi nilai tambah tapi yang jelas instruktur dan head coach yang baik harus tersertifikasi oleh badan atau federasi bela diri resmi. Tanpa adanya sertifikasi ini maka yang bersangkutan belum memiliki bukti resmi bahwa dia memiliki kemampuan mengajar dan melatih.

Di sisi lain, jaman serba Google dan internet ini juga memungkinkan orang untuk mengklaim tipu-tipu bahwa dia memiliki sertifikat pelatih resmi. Oleh karenanya, penting juga untuk memverifikasi ulang ke badan atau federasi resmi mengenai sertifikasi yang bersangkutan.

Di beberapa jenis bela diri juga seharusnya ada lineage (garis keturunan) yang jelas dari seorang instruktur sampai ke founder/praktisi awal bela diri tersebut. Contohnya di BJJ semua instruktur kompeten memiliki lineage sampai ke Mitsuyo Maeda.

2. Ada free trial

Sama seperti olah raga atau kegiatan lain, tidak semua orang cocok dengan latihan bela diri. Apalagi di dalam bela diri sendiri ada berbagai macam jenis mulai dari yang striking-based seperti Muay Thai dan yang ground fighting seperti BJJ. Belum lagi yang tipe mixed martial arts yang menggabungkan striking dan ground fighting.

Jadi, gym/klub yang benar pasti menyediakan kesempatan buat calon member baru untuk free trial sekali atau dua kali. Free trial ini kesempatan untuk kamu merasakan apakah ada klik dengan bela diri yang ingin kamu pelajari atau tidak. Selain itu, free trial juga kesempatan terbaik untuk menilai sendiri secara langsung kualitas instruktur dan suasana kelasnya.

3. Skema payment yang fleksibel

Klub bela diri abal-abal biasanya memiliki skema payment untuk jangka panjang saja karena memang motivasinya lebih untuk mendapatkan uang membership sebanyak-banyaknya. Klub yang benar biasanya menawarkan berbagai macam skema mulai dari yang bulanan, triwulanan sampai per tahun. Tentunya semakin lama periode yang kamu bayar di awal, bulanannya jatuhnya lebih kecil.

Klub yang benar tahu kalau berlatih bela diri itu sangat physically demanding dan cedera ataupun mengalami jenuh is part of the process. Dengan skema yang fleksibel, member jadi lebih nyaman kalau seandainya ingin mengambil break sebentar untuk recover.

4. Ada sesi sparring

Tujuan latihan bela diri itu utamanya supaya kita bisa survive kalau-kalau ada yang mau menyerang kita secara fisik. Nah, supaya kita yakin bahwa teknik-teknik yang kita pelajari itu benar bisa dipakai di dunia nyata, wajib hukumnya untuk sebuah klub bela diri yang benar mengadakan sesi sparring (berantem).

Banyak so called “martial arts experts” memberikan video-video demo teknik tapi dengan lawan yang cuma bertindak sebagai dummy atau boneka percobaan. Sparring memberikan kesempatan buat kita mencoba mengaplikasikan teknik yang kita pelajari ke orang yang resisting (melawan). Kenapa ini penting? Karena di dunia nyata, orang yang menyerang kita secara fisik tidak akan diam saja seperti dummy-dummy di video-video demo self defense yang cuma memberikan false sense of security.

Sparring juga melatih kita untuk terbiasa berada dalam situasi penuh tekanan dan stress sehingga kalau suatu waktu ada hal buruk menimpa, kita bisa tahu cara menghadapinya dengan tenang. Intinya; klub bela diri tanpa sesi sparring itu bullshit.

5. Teknik yang diajarkan realistis

Seperti telah saya tuliskan di atas, banyak McDojo berusaha menjual ilmu-ilmu tenaga dalam yang katanya bisa membuat lawan kamu KO atau terbanting tanpa kamu perlu menyentuh sama sekali. Hal-hal seperti ini sudah bisa dipastikan bullshit karena kalau memang ilmu semacam ini ada dan efektif, pasti praktisi-praktisinya sudah pada jadi juara UFC semua. Pada kenyataanya, tidak pernah sekalipun dalam sejarah UFC ataupun combat sports pernah ada juara yang menang memakai “tenaga dalam”.

Bullshit semacam ini sudah sering diekspose, tapi masih banyak sampai sekarang yang termakan tipu-tipu “ahli tenaga dalam”.

Tapi bro, di demo-demonya sendiri kok orang-orang pada terlempar dan KO tanpa disentuh?

Ya itu karena orang-orang yang terlempar dan KO itu adalah murid-murid yang secara psikologis terpengaruh oleh the so called “guru” untuk mengikuti apapun kemauannya, dalam hal ini terlempar dan KO kayak orang kesurupan.

“Ilmu” semacam ini kalau coba dipraktekkan ke orang-orang di luar cult perguruannya ya tidak pernah efektif. Di video di atas jelas terlihat sang “ahli tenaga dalam” mengatakan ilmunya tidak bekerja ke seorang skeptis karena yang bersangkutan adalah “non believer”, which means ilmu semacam ini tidak ada gunanya.

Jadi, berdasarkan panduan di atas, semoga kamu bisa mulai meriset sendiri klub bela diri yang benar di kota masing-masing.


Leave a Reply

Your email address will not be published.