Berawal dari postingan akun Grappler Receh di Instagram di bawah ini, maka circle praktisi BJJ baru-baru ini menjadi heboh dan terjadi ketubiran terutama dengan orang-orang yang berasal dari disiplin jiu jitsu tradisional Jepang:

Intinya adalah postingan tersebut membuka tabir bahwa mulai banyak oknum-oknum dari disiplin bela diri jiu jitsu tradisional “membranding” kurikulum yang mereka ajarkan sebagai BJJ. Padahal antara jiu jitsu Jepang (JJJ) dan BJJ sudah sangat berbeda jauh.

Hal ini tentu membuat banyak orang dari komunitas BJJ merasa tersinggung karena practically oknum-oknum di atas sangat tidak menghormati praktisi BJJ yang butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan black belt secara benar. Bayangkan juga kalau ada orang ingin belajar BJJ terus ternyata berguru ke black belt BJJ “abal-abal”, ya bagaimana dia bisa mengerti cara grappling dengan benar?

Di Amerika sudah banyak muncul fenomena black belt BJJ palsu dan biasanya mereka langsung diekspose tanpa ampun oleh komunitas BJJ. Kehebohan baru-baru ini menunjukkan bahwa mulai banyak sepertinya orang-orang dari “bela diri seberang” sadar ada market BJJ yang semakin bertambah sehingga mereka mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menggaet orang-orang yang masih awam tentang bela diri.

Untuk membantu kalian tidak tertipu oleh orang-orang tidak kompeten seperti di atas, berikut video dari saya tentang bagaimana cara memilih tempat belajar BJJ yang benar dan kenapa apa yang dilakukan mereka itu sungguh sangat salah:

Follow Me:

Hans David

A lifestyle journalist and a student of the gentle art with Alliance Jiu Jitsu Indonesia.
Hans David
Follow Me:

Leave a Reply

Your email address will not be published.