Panduan Dasar GetResponse

Hans David
Follow Me:

Hans David

Jurnalis & Affiliate Blogger at HansDavidian.com
Wartawan yang di waktu senggangnya mencari extra income lewat affiliate marketing. Dapatkan info gratis cara saya mendapatkan Rp 420,000 lewat 2 tweet iseng-iseng berhadiah di sini.
Hans David
Follow Me:

Di postingan ini, saya mau memberikan panduan dasar layanan autoresponder GetResponse untuk bloggers atau para pemilik website yang ingin mulai list building.

Salah satu tools untuk menjalankan email marketing adalah autoresponder.

Apa itu autoresponder?

Autoresponder adalah layanan dalam bentuk aplikasi online atau software yang memungkinkan para bloggers/pemilik website untuk:

  1. Mengumpulkan database email pembaca atau istilahnya subscribers.
  2. Mengirimkan email ucapan selamat datang kepada para subscribers yang baru mendaftar.
  3. Membroadcast email kepada para subscribers secara serentak di waktu yang telah ditentukan.
  4. Membroadcast kabar tentang adanya update artikel terbaru kepada para subscribers sebuah blog.
  5. Melakukan follow up secara berkala dan otomatis kepada para subscribers. Biasanya fasilitas ini digunakan oleh bloggers/pemilik website yang berjualan produk/jasa.
  6. Dan masih banyak lagi kegunaan autoresponder dalam hal menjalin relationship dengan subscribers blog/website kamu.

Salah satu penyedia layanan autoresponder yang paling terkenal dan sudah bertahan lama adalah GetResponse. Saya sendiri sudah berlangganan GetResponse selama kurang lebih 3 tahun dan sangat puas dengan kualitasnya.

Nah, bagaimana caranya mulai menggunakan GetResponse untuk mengimplementasikan email marketing di blog atau website kamu? Begini langkah-langkahnya:

Cara Mendaftar di GetResponse

GetResponse adalah layanan berbayar dan per 2 Maret 2017, begini struktur harga berlangganannya:

Paket Harga GetResponse (klik gambar untuk memperbesar)

Seperti kamu bisa lihat di atas, semakin besar jumlah subscribers kamu, maka harga paketnya akan semakin naik.

Sebelum kamu menentukan pilihan paket, ada baiknya kamu memanfaatkan fasilitas trial gratis selama 30 hari dari GetResponse. Untuk mendapatkan trial gratis ini cukup mudah kok. Cukup daftarkan email dan password yang kamu inginkan di form yang terletak di halaman utama GetResponse seperti ini:

Halaman utama GetResponse

Setelah kamu mendaftarkan diri, maka kamu bisa langsung log-in ke dashboard GetResponse dan mulai mencoba membuat campaign dan formulir pendaftaran yang bisa kamu taruh di blog/website milik kamu.

Cara Membuat Campaign di GetResponse

Setelah kamu log-in, kamu akan berada di area yang disebut dengan “dashboard”. Lewat dashboard ini kamu bisa melakukan berbagai hal seperti melihat statistik campaign kamu, jumlah subscribers dan lain-lain.

Untuk di awal, yang harus kamu lakukan adalah membuat campaign pertama kamu. Caranya, lihat di sebelah kanan layar ada semacam dropdown list. Klik di simbol panah ke bawah dan pilih create new campaign.

Langkah pertama membuat campaign di GetResponse.

Setelah itu kamu akan dibawa ke layar seperti di bawah ini. Beri nama campaign kamu. Misalkan kamu seorang personal trainer fitness yang sedang berusaha memperkenalkan kelas online training kamu, bisa kamu beri nama campaign kamu dengan nama “onlinefitnesscampaign”. Dalam hal ini saya memberi nama campaign contohcobacoba sebagai referensi saja:

Setelah kamu klik “create campaign”, maka artinya kamu siap untuk melakukan email marketing. Layar berikut akan muncul dan yang mau kamu lakukan di sini adalah mengedit settings campaign kamu untuk tujuan branding dan lainnya. Di layar ini, silahkan klik edit campaign settings.

Di halaman settings campaign kamu akan ada 3 tab utama di sebelah kiri yaitu general, profile dan permission. Saya akan membahas satu per satu tab tersebut di bawah ini:

Tab General:

Di tab general ini kamu bisa mengatur bahasa yang dipakai untuk campaign kamu, memilih apa subscribers bisa mendaftarkan diri dengan mengirimkan email kosong ke alamat email GetResponse kamu, mengatur notifikasi apa mau dikirimkan ke email kamu atau tidak kalau ada subscribers baru yang mendaftar dan mengatur alamat pos kamu. Untuk campaign yang menarget pasar Amerika dan Eropa, alamat pos ini wajib ada.

Tab Profile:

Tab profile adalah tempat kamu melakukan branding untuk blog/usaha/website kamu. Di sini kamu bisa memasukkan title campaign kamu, jenis industri, deskripsi campaign, logo blog/perusahaan/website kamu dan lain-lain.

Tab Permission:

Di tab permission kamu bisa mengatur lewat metode apa saja orang bisa subscribe ke campaign kamu (saran saya centang semuanya karena kita ingin membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk orang subscribe ke campaign kita), mengedit email konfirmasi untuk orang yang memasukkan data-datanya ke formulir kita dan men-set halaman di mana kita ingin subscribers baru kita diarahkan segera setelah mereka mendaftar.

Setelah kamu selesai mengutak-atik settingan campaign kamu, maka sekarang saatnya membuat formulir pendaftaran dan menaruhnya di blog/website kamu.

Cara Membuat Form Pendaftaran GetResponse dan Menaruh di Blog/Website

Di dalam dashboard, arahkan mouse ke “Forms” dan pilih “Create Form”.

Kamu akan dibawa ke halaman di bawah. Ada berbagai metode pilihan membuat form. Untuk di awal, kita gunakan list builder wizard dan di bawah ada berbagai pilihan template yang bisa kamu pakai. Klik di salah satu template yang kamu suka. Untuk contoh ini, saya memilih yang paling pertama saja.

Nah, di layar berikut, kamu bisa memiliki kebebasan untuk mengedit konten dan bentuk dari form yang kamu pilih. Kamu bisa mengedit headline-nya, title dari tiap tab sampai kalau kamu mau menambahkan baris data baru untuk meminta data-data lain pun bisa dengan menggunakan berbagai jenis pilihan input di sebelah kanan.

Selesai mengedit form kamu sampai sesuai dengan keinginan, maka saatnya kamu mem-publish atau menaruh form kamu di blog/website kamu. Caranya, klik di kanan atas “save and publish”.

Di layar berikut, kamu bisa memilih apa mau mem-publish sendiri di blog/website atau meminta bantuan web designer atau menaruh form kamu di sebuah halaman yang dibuat GetResponse. Untuk mem-publish sendiri, pilih “copy” dan kamu akan mengkopi kode Javascript yang nantinya akan kamu taruh di blog/website kamu.

Nah, sekarang kita tinggap mem-paste kode Javascript tadi ke blog/website kita. Saya menggunakan WordPress dan saya ingin menaruh form tersebut di bagian sidebar/sisi dari blog saya. Untuk pengguna WordPress, silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Pertama-tama, log-in ke dashboard WordPress kamu, lalu cari “appearance” di kolom kiri dan klik “widgets”.

Setelah itu, pilih “Text”, centang “Sidebar” dan klik “Add Widget”.

Akan muncul widget Text di bagian Sidebar. Nah, kamu tinggal paste kode Javascript dari GetResponse lalu klik Save.

Sekarang kalau kamu buka blog WordPress kamu, maka di bagian sidebar akan muncul formulir GetResponse yang telah kamu buat. Sekarang siapapun yang memasukkan nama dan email mereka ke formulir itu, akan langsung otomatis dimasukkan ke database campaign kamu dan bisa kamu follow up secara berkala.

Nah, demikian kira-kira panduan dasar memakai GetResponse untuk email marketing.

Untuk berlangganan GetResponse, kamu memerlukan kartu kredit karena layanan ini dari Inggris dan di luar negeri, semua transaksi online memakai kartu kredit.

Bagaimana kalau tidak punya kartu kredit? Alternatifnya kamu bisa mencoba layanan autoresponder dari Indonesia. Ada beberapa yang cukup terkenal dan yang saya rekomendasikan antara lain adalah Profit Sender dan VioSender. Silahkan dicek satu-per satu mana yang sekiranya cocok. Secara harga, layanan autoresponder lokal jauh lebih terjangkau tapi mungkin interface di dalamnya akan sedikit berbeda dengan GetResponse.

Di panduan berikutnya, saya akan menunjukkan bagaimana caranya kamu bisa men-set email follow up secara berkala kepada subscribers kamu. Fasilitas ini sangat cocok untuk kamu yang memakai blog/website untuk berjualan produk atau jasa.

Buat yang ingin segera mencoba praktek, silahkan coba GetResponse gratis selama 30 hari di sini.

2 Comments

Leave A Response

* Denotes Required Field