Single Opt-in VS Double Opt-in; Mana Yang Lebih Baik?

Hans David
Follow Me:

Hans David

Jurnalis & Affiliate Blogger at HansDavidian.com
Wartawan yang di waktu senggangnya mencari extra income lewat affiliate marketing. Dapatkan info gratis cara saya mendapatkan Rp 420,000 lewat 2 tweet iseng-iseng berhadiah di sini.
Hans David
Follow Me:

Kalau kamu seorang blogger dan digital marketer yang menggunakan sistem newsletter berbasis autoresponder untuk menggaet subscribers, kamu pasti sudah paham dengan istilah single opt-in dan double opt-in.

Opt-in adalah ketika seorang visitors memasukkan data-data mereka sendiri (biasanya berupa nama dan email) ke dalam form newsletter di sebuah blog atau website.

Opt-in ini terbagi dua jenis secara garis besar yaitu single dan double.

Di single opt-in, orang yang mendaftarkan dirinya sebagai subscribers tidak perlu lagi mengkonfirmasi pendaftarannya. Begitu dia mendaftarkan diri, maka dia langsung menjadi member subscribers dari sebuah newsletter.

Sedangkan di double opt-in, orang yang mendaftar harus mengkonfirmasi sekali lagi bahwa dia benar-benar mendaftar. Konfirmasi ini biasanya dalam bentuk sebuah email konfirmasi yang dikirimkan oleh software autroesponder si pemilik newsletter ke alamat email yang didaftarkan.

Di dalam email konfirmasi ini ada sebuah link yang harus di-klik si pendaftar untuk mengkonfirmasi bahwa benar-benar dirinya sendiri yang mendaftar sebagai subscribers. Setelah langkah ini selesai, barulah dia masuk ke dalam list subscribers sebuah newsletter.

Penyedia layanan autoresponder sekarang kebanyakan memberikan kebebasan kepada para pemilik blog/website untuk menentukan sendiri apakah form berlangganan newsletternya memakai metode single atau double opt-in.

Di antara keduanya, kira-kira yang manakah yang lebih baik?

Well, jawabannya tergantung tujuan kamu dalam membangun list newsletter subscribers: apa mau mengejar kuantitas atau kualitas?

Kalau yang kamu kejar adalah kuantitas, maka single opt-in adalah yang cocok untuk kamu pilih. Kenapa? Karena dengan metode ini siapapun yang mendaftar tidak perlu lagi mengkonfirmasi pendaftaran mereka.

Sedangkan kalau memakai double opt-in, orang yang mendaftar kadang suka lupa untuk mengkonfirmasi dan akhirnya tidak masuk ke dalam newsletter kita.

Beda masalahnya kalau kamu mengejar kualitas.

List yang dibangun secara double opt-in memiliki kualitas yang lebih tinggi karena orang-orang yang ada di sana telah mengkonfirmasi bahwa mereka benar telah mendaftar sehingga bisa dipastikan kamu tidak mendapatkan data-data palsu.

Double opt-in juga lebih aman karena lewat single opt-in, orang bisa saja iseng memasukkan alamat email orang lain ke dalam form kamu. Lalu ketika orang tersebut menerima newsletter kamu, dia langsung memberi tanda spam pada email kamu dan akun kamu bisa diblacklist oleh penyedia autoresponder.

Saya sendiri lebih memilih memakai double opt-in karena dengan metode ini saya yakin bahwa yang mendaftar benar-benar ada dan benar-benar mendaftarkan dirinya sendiri ke newsletter saya.

Leave A Response

* Denotes Required Field