Hans David
Follow Me:

Hans David

Jurnalis & Affiliate Blogger at HansDavidian.com
Wartawan yang di waktu senggangnya mencari extra income lewat affiliate marketing. Dapatkan info gratis cara saya mendapatkan Rp 420,000 lewat 2 tweet iseng-iseng berhadiah di sini.
Hans David
Follow Me:

Sejak 3 bulan terakhir saya serius belajar Brazilian Jiu Jitsu (BJJ) sebagai kegiatan olah raga.

Sebenarnya sudah sejak dulu saya ingin belajar teknik ground fighting yang satu ini tapi karena kesibukan sebagai wartawan lapangan dan juga terbatasnya sarana latihan, akhirnya saya baru bisa ada kesempatan untuk benar-benar belajar BJJ dari praktisinya langsung baru-baru ini.

Saya mengenal BJJ pertama kali ketika sebuah stasiun televisi swasta pada awal tahun 2000-an menyiarkan ulang event Ultimate Fighting Champhionship (UFC) pertama yang dimenangkan Royce Gracie, seorang praktisi BJJ.

Pada waktu saya terkesima melihat bagaimana Royce yang kurus kering bisa mengalahkan lawan-lawan yang jauh lebih berotot dan besar dengan teknik ground fightingnya yang menurut saya sangat menarik.

Royce Gracie (bawah).

Saya lebih tertarik lagi ketika melihat bagaimana Royce bisa mengalahkan pegulat yang badannya jauh lebih besar dengan sebuah teknik kuncian, yang pada waktu itu saya anggap aneh karena posisi Royce berada di bawah sedangkan lawannya di atas. Setelah saya pelajari BJJ lewat referensi-referensi di internet pada waktu itu, saya baru tahu bahwa Royce memakai teknik triangle choke dan teknik ini memungkinkan kita untuk mencekik lawan kita walaupun posisi kita ada di bawah dan memiliki bobot jauh lebih kecil.

Jadi salah satu alasan terkuat saya untuk memilih belajar BJJ karena bela diri ini sudah battle tested alias teruji efektifitasnya ketika harus dipakai dalam situasi nyata di mana lawan kita benar-benar ingin menghabisi kita. Walaupun BJJ tidak terlihat sekeren atau se-fancy bela diri lain dalam hal gerakan, tapi tidak bisa dipungkiri tekniknya sangat efektif dalam situasi-situasi darurat atau street fight, di mana sebagian besar terjadi di bawah atau ground fighting.

Sayangnya di tahun 2000-an pada masa saya kuliah, belum ada satu pun tempat yang mengajarkan BJJ. Di pertengahan 2000 mulai muncul beberapa gym tapi cuma terpusat di Jakarta sedangkan waktu itu saya tinggal di Bandung.

Fast forward ke tahun 2008-an, saya memulai karir di Jakarta dan melihat ada beberapa gym BJJ tapi sayangnya sekali lagi, pekerjaan saya tidak memiliki jam kerja pasti dan harus sering keliling kota. Nah, baru di tahun inilah saya memiliki kesempatan untuk menyisihkan waktu belajar BJJ yang benar.

Sekarang gym untuk belajar BJJ sudah cukup banyak terutama di Jakarta dan sekitarnya. Sebelum saya membagikan infonya ada di mana saja, ada baiknya kamu mempelajari cara memilih gym BJJ yang baik dan benar karena banyak juga gym yang mengklaim mengajarkan BJJ tapi ternyata instrukturnya tidak pernah belajar BJJ dan yang kamu pelajari mungkin adalah judo, gulat atau bahkan bukan ilmu bela diri ground fighting sama sekali.

Cara terbaik memastikan gym BJJ asli atau tidak adalah dengan menyelidiki kompetensi instrukturnya. Instruktur yang kompeten adalah instruktur yang benar-benar belajar BJJ dan memiliki garis silsilah belt yang jelas. Sebelum bergabung ke gym BJJ, cari tahu dahulu mengenai instruktur utamanya. Kalau dia mengklaim sudah black belt, cari tahu silsilah dia; gurunya sendiri siapa dan bagaimana silsilahnya sampai ke Mitsuyo Maeda, judoka Jepang yang membawa judo ke Brazil untuk kemudian dikembangkan Carlos Gracie, Luis Franca dan Oswaldo Fadda menjadi BJJ. Ingat; siapapun bisa mengklaim dirinya black belt dengan membeli black belt seharga 300 ribuan saja di Tokopedia tapi tidak semua orang bisa membuktikan dirinya benar-benar black belt.

Kalaupun instruktur utamanya belum black belt, cari tahu guru black belt-nya siapa. Setelah mendapatkan informasi guru instruktur dan silsilahnya, konfirmasi via internet apakah klaim yang disampaikan benar atau tipu-tipu.

Kalau sudah yakin info yang didapat valid, maka gym BJJ yang mau kamu ikuti sudah pasti asli.

Nah, berikut beberapa gym BJJ di Jakarta dan sekitarnya yang sudah bisa saya pastikan asli mengajarkan BJJ dan mempunyai instruktur-instruktur yang kompeten. Klik di masing-masing nama gym untuk menuju ke website resminya dan mendapatkan info lebih lanjut:

Arena MMA

Tempat ini cocok untuk kalian yang bekerja di wilayah Senayan, Kebayoran, Palmerah dan Sudirman. Letaknya di Patal Senayan tepatnya di lantai atas Alfamart Patal Senayan.

Instruktur utama BJJ di Arena MMA adalah Prof. Deddy Wigraha, pemegang black belt BJJ pertama dari Indonesia. Prof. Deddy mendapatkan black belt-nya dari Romero “Jacare” Cavalcanti, founder salah satu tim BJJ terbesar di dunia yaitu Alliance, yang mendapatkan black belt-nya dari almarhum Rolls Gracie, anak biologis Carlos dan anak angkat Helio Gracie, yang semasa hidupnya dianggap praktisi BJJ paling hebat di generasinya.

Jadi dengan silsilah black belt seperti itu, tidak perlu diragukan lagi kompetensi Prof. Deddy untuk mengajarkan BJJ yang juga menjadi head coach timnas Judo Newaza (judo ground fighting) untuk Asian Games 2018.

Dalam seminggu ada 3-4 hari kelas untuk BJJ, satu di antaranya adalah BJJ no gi (BJJ tanpa kimono) yang cocok buat mereka yang ingin belajar submission grappling untuk keperluan MMA.

Alliance Jiu Jitsu Indonesia

Sumber foto: http://www.alliancebjjindo.com

Ini adalah cabang resmi tim Alliance untuk Indonesia. Chief instructor-nya juga Prof. Deddy karena dia mendapatkan black belt-nya dari Alliance.

Lokasinya di Elite Club Epicentrum di Rasuna Said jadi tempat ini cocok buat kalian yang bekerja di sekitaran daerah Rasuna Said, Gatot Subroto, Kuningan, Tebet dan sekitarnya.

Di sini juga membuka kelas anak-anak buat yang berminat mendaftarkan anak-anakny belajar BJJ.

Tatsujin MMA

Sumber foto: https://tatsujindojoindonesia.com

Tatsujin adalah gym MMA yang berasal dari Belanda. Founder-nya Martijn de Jong adalah seorang legitimate BJJ black belt yang telah mempelajari ilmu ini sejak tahun 1995 dari Remco Pardoel, salah satu pionir BJJ di Eropa.

Lokasi Tatsujin cabang Jakarta ada di The Dome at South Quarter di kawasan Cilandak. Jadi tempat ini cocok untuk mereka yang bekerja di kawasan Lebak Bulus, Pondok Indah, RA Kartini, Fatmawati dan sekitarnya.

Sama seperti Alliance, tempat ini juga menyediakan kelas BJJ untuk anak-anak.

De Been Jiu Jitsu Jakarta

Sumber foto: https://www.debeenjiujitsu.com/jakarta/

Gym ini terletak di kawasan Pakubuwono jadi cocok untuk mereka yang bekerja di sekitar Kebayoran, Gandaria, Radio Dalam, Senayan dan mungkin Sudirman.

Kelas BJJ di gym ini ada dari Senin sampai Sabtu dan tidak seperti gym lainnya yang memulai latihan after office hours, di gym ini juga ada kelas pagi dan siang.

Chief instructor di De Been adalah Pierre Suraputra yang telah malang melintang belajar BJJ ke banyak tempat termasuk ke Rickson Gracie sebelum akhirnya diberikan black belt oleh Peter De Been, black belt dari Australia. Baru-baru ini asisten Pierre, Leo Khrisna, juga sudah mendapatkan black belt-nya langsung dari Peter.

Synergy BJJ MMA Academy

Sumber foto: http://www.synergymma.com

Synergy mungkin adalah gym dengan affiliates terbanyak di Indonesia saat ini. Gym ini memiliki banyak cabang di luar kota sampai di luar pulau Jawa. Di Jakarta dan sekitarnya gym ini memiliki cabang mulai dari Jakarta Utara sampai ke Tangerang Selatan. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai alamat jelas dari gym-gym affiliate Synergy, silahkan ke web resminya di atas.

Synergy sendiri merupakan affiliate resmi dari tim Rickson Gracie dan instruktur utamanya Niko Han memiliki black belt dari garis silsilah Rickson. Selain Niko, ada banyak black belt yang menjadi instruktur di Synergy seperti Max Metino dan Fransino Tirta. Instruktur-instruktur di De Been juga memiliki afiliasi ke Synergy.

Selain tempat-tempat di atas mungkin masih banyak gym BJJ di sekitaran Jakarta yang terlewat. Saya masih belum tahu apa ada gym BJJ asli beroperasi di daerah Depok, Bogor dan Tangerang. Kalau misalnya ada informasi, silahkan tinggalkan di kolom komen di bawah ya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.