Hari Rabu saya dedikasikan untuk membahas segalanya tentang dunia baku hantam dan mari kita mulai saja dengan membahas tentang Brazilian Jiu Jitsu (BJJ).

Sering dipelesetkan oleh mereka yang gak paham sebagai blow job job, BJJ adalah bela diri yang sedang saya geluti sejak Maret 2018. Saat ini, BJJ juga cabang bela diri yang perkembangannya paling cepat di dunia karena industri bela diri campuran (MMA) juga semakin mainstream.

Royce Gracie VS Dan Severn

BJJ dan MMA memang tidak terpisahkan karena di event UFC pertama, Royce Gracie berhasil menunjukkan efektifitas BJJ dalam urusan berantem dengan menjadi juara walaupun pada waktu itu badannya paling ceking dan mungil. Sejak kesuksesan Royce ini jadi ada semacam konsensus di antara orang-orang yang mau jadi petarung MMA untuk mulai belajar BJJ.

Saya sendiri salah satu orang yang terpengaruh oleh kesuksesan Royce. Yang membuat saya tertarik pada BJJ adalah pada pertengahan 2000-an saya melihat siaran ulang UFC dan saya melihat Royce bisa mencekik pegulat besar Dan Severn walaupun posisinya ada di bawah. Sejak saat itu saya sangat tertarik untuk belajar submission dan BJJ.

Sayangnya BJJ pada waktu itu belum ada di Indonesia. Di Amerika saja masih sangat jarang apalagi di Indonesia. Singkat cerita, saya akhirnya bisa menemukan waktu dan tempat yang pas untuk mulai belajar BJJ pada tahun 2018 dan saat ini untungnya sudah ada beberapa black belt BJJ legitimate di Jakarta yang bisa mengajarkan ilmu ini.

Apa itu BJJ?

Jadi sejarahnya BJJ ini tidak terlepas dari judo. Banyak juga yang bilang BJJ itu singkatan dari basically just judo. Hal ini ada benarnya jaman dulu tapi seiring berkembangnya jaman, gaya dan fokus latihan judo dan BJJ berbeda jauh sehingga akhirnya jadi dua disiplin ilmu yang berbeda.

Singkatnya saat ini judo itu lebih fokus ke bantingan dan grappling dari posisi sama-sama berdiri sedangkan BJJ lebih fokus ke kuncian dan grappling ketika sama-sama berada di tanah.

Di awal tahun 1900-an, ada judoka dengan nama Mitsuyo Maeda yang berangkat ke tanah Amerika dan mengunjungi Brazil. Di sini dia banyak mendemokan efektifitas judo dengan membuka open challenge alias ngajakin berantem orang. Karena menang terus, namanya jadi terkenal terlebih lagi dia posturnya gak segede orang-orang Brazil.

Maeda kemudian bertemu dengan politisi dan pengusaha Gastao Gracie yang kemudian meminta sang judoka untuk mengajarkan judo ke anak-anaknya, di antaranya Carlos dan Helio. Pada waktu itu badan judo di Jepang melarang judoka-judokanya untuk mengajarkan judo ke orang asing, maka Maeda mengklaim yang dia ajarkan bukanlah judo tapi jiu jitsu.

Judo yang diajarkan Maeda pada waktu itu adalah versi old school yang juga ada kuncian dan grappling di bawah selain banting-bantingan. Inilah yang dipelajari anak-anak Gracie sehingga gak heran ada anggapan BJJ itu basically just judo. Akan tetapi kan nanti judo masuk jadi cabang olahraga Olimpiade dan sebagai cabor yang aturannya mengutamakan bantingan ippon sebagai pertanda kemenangan maka tidak heran akhirnya judo lebih fokus ke permainan atas ketimbang bawah sehingga kedua bela diri ini jadi memiliki kekhasan masing-masing.

BJJ pun nanti terpecah jadi dua gaya yang berbeda; sports dan self-defense. Ada sekolah-sekolah BJJ yang lebih fokus mengajarkan sports technique yang berguna untuk dipakai di kompetisi-kompetisi BJJ dan ada sekolah BJJ yang berusaha tetap old school kepada pakem self defense sehingga gaya BJJ yang diajarkan pun lebih ke arah bagaimana cara membela diri dalam situasi berantem beneran yang anything goes dan MMA.

Biasanya sekolah-sekolah dari lineage Carlos lebih fokus ke sports dan yang dari lineage Helio lebih fokus ke self defense. Kenapa begini nanti dibahas lain waktu. Either way, kalau kamu ikutan sekolah BJJ, kamu akan belajar dua aspek tersebut sih – sports dan self defense – cuma akan lebih heavy ke mana itu tergantung apakah pengajar kamu ikutan mazhab Carlos atau Helio.

Logika Berantem BJJ

The ground is my ocean and I am a shark….

Jadi kalo yang saya denger dari senior-senior, alasan Helio dulu lebih fokusin BJJ ke teknik berantem bergumul di bawah di tanah karena beliau berpendapat bahwa sebagian besar situasi berantem di jalanan itu berujung pada kedua belah pihak jatuh dan bergulat di tanah.

Maka dari itu, siapa yang lebih menguasai teknik pertarungan di tanah, maka dia itu yang akan bisa bertahan.

Waktu anaknya Helio, Rorion, merantau ke Amrik, dia berusaha menunjukkan validitas filosofi berantem bokapnya ini dengan rutin ngadain Gracie challenge sekalian untuk promosi ilmu BJJ. Secara rutin Rorion pasang iklan nantangin berantem no holds barred, alias tanpa aturan, lawan praktisi-praktisi bela diri lain buat buktiin efektifitas BJJ. Karena waktu itu konsep grappling itu masih asing buat praktisi-praktis bela diri yang kebanyakan striking-based, ya mereka ditelan bulat-bulat lah sama Rorion dan murid-muridnya. Entah kenapa, tapi waktu itu pegulat-pegulat gak ada yang mau ngeladenin tantangan Rorion karena mereka mikir no holds barred itu gak gentleman banget.

Setelah berapa lama di Amrik, Rorion inilah yang nantinya bikin UFC dan menaruh Royce sebagai perwakilan keluarga Gracie dan BJJ ke dalam event tersebut. Awalnya yang mau ditaruh itu Rickson tapi karena yang bersangkutan penampakannya terlalu sangar, akhirnya dipilih Royce yang ceking karena kalau menang maka impact-nya bakalan berasa banget. Promosi apa yang lebih mantap selain orang ceking yang bisa ngalahin orang-orang Amrik dan eropa yang berotot dan gede-gede kan?

BJJ di Indonesia

Desember 2019, waktu dilulusin jadi blue belt sama Prof. Deddy Wigraha, second degree black belt.

Beda kayak jaman saya dulu, sekarang sudah ada beberapa sekolah BJJ legitimate di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Denpasar, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Baru-baru ini juga sudah berdiri Federasi Brazilian Jiu Jitsu Indonesia (FBJJI) sehingga moga-moga ke depannya makin banyak kompetisi rutin.

BJJ juga makin populer di Indonesia karena MMA kayak lewat One Pride udah mulai mainstream di kalangan penggemar olah raga. Di sisi lain, juga bermunculan sekolah-sekolah BJJ abal-abal di Indonesia dan kalau minat belajar BJJ, tolong agar benar-benar perhatikan sekolahnya legitimate atau tidak karena kamu gak mau bayar harga BMW untuk dapetin kualitas bemo.

Saya sendiri sekarang latihan bareng Alliance Jiu Jitsu Indonesia yang punya tempat di gym Tapout Fitness Jakarta Selatan, Mana Powerhouse Kemang, Haymaker Club di Gading dan di Bengkel Crossfit. Silahkan sowan kalau mau nyobain, free trial is always available.

Seputar baku hantam ini nanti akan saya bahas terus di kolom #RabuBakuHantam ke depannya yak. Subscribe jadi pelanggan newsletter saya di form yang ada di atas ataupun bawah untuk mendapatkan update secara rutin.


Leave a Reply

Your email address will not be published.