Topik #RabuBakuHantam kali ini yang ringan-ringan saja. Gak ada video teknik dulu selama beberapa minggu ke depan karena Jakarta sedang dalam keadaan PSBB (atau apapun namanya itu sekarang) dari tanggal 11 Januari sampai 25 Januari.

Jadi, dalam rangka menjaga semangat karantina, ada baiknya saya tidak membagikan video-video teknik yang menaruh adegan dua orang saling berdekatan.

Dalam topik kali ini saya mau bahas tentang peringkat sabuk di Brazilian Jiu Jitsu (BJJ) dan juga akan ada video lama saya yang menunjukkan bagaimana cara mengikatnya dengan benar supaya kalau nanti kamu ingin mencoba, sudah tau cara memakai sabuk dengan rapi dan tidak berantakan.

Peringkat sabuk di BJJ

Untuk orang dewasa (umur 18 tahun ke atas), peringkat sabuk ada 5 yang utama yaitu putih, biru, ungu, coklat dan hitam. Setelah hitam, akan ada ditambahkan strip (degree) lagi mulai dari 1 strip sampai 9 strip, tapi peringkat-peringkat ini gak usah kita bahas dulu karena masih kejauhan.

On average, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai peringkat sabuk hitam adalah kurang lebih 10 tahun. Dari putih ke biru antara satu sampai dua tahun, dari biru ke ungu antara dua sampai tiga tahun dan dari ungu ke coklat lalu dari coklat ke hitam juga masing-masing paling cepat 3 tahunan.

Ada beberapa prodigy yang bisa mencapai peringkat sabuk hitam dalam waktu hanya 3 tahun tapi orang-orang spesial ini memang langka dan mereka pun berlatih non-stop setiap hari 3 sesi kelas minimal.

Waktu untuk mencapai peringkat sabuk hitam di BJJ memang lebih lama dibanding bela diri lain yang menggunakan sistem peringkat sabuk juga. Hal ini karena standar yang diterapkan di BJJ memang menekankan legitimasi dari sebuah peringkat. Jadi sabuk hitam itu harus legitimately a bad ass dalam situasi fight beneran bukan cuma hafal urutan jurus semata.

Jadi kalau ada anak BJJ sudah latihan 5 tahun dan masih baru dipromote ke sabuk ungu, itu artinya dia bukan murid yang bego tapi itu justru masa promosi yang lumayan cepat ke ungu, sabuk yang di mana pemegang-pemegangnya itu gak main-main skill jiu jitsunya.

Di BJJ juga gak ada kriteria/kurikulum yang fix tentang kapan seseorang layak diberi sabuk. Semua tergantung penilaian instruktur yang melihat apakah seseorang layak dipromosikan atau tidak. Dan untuk mencapai dinilai layak ini susah dan berat. Statistiknya 9 dari 10 orang yang pernah masuk klub BJJ sebagai sabuk putih gagal mencapai promosi ke sabuk biru. Jadi ke sabuk biru aja susah banget.

Karena dapat promosi sabuk di BJJ itu susah jadi maaf-maaf aja kalau anak-anak BJJ suka sensi kalo ada orang yang ga pernah kita kenal pernah latihan BJJ pakai sabuk hitam BJJ (yang khas dengan bar merahnya). Fake black belt BJJ itu isu yang sangat sensitif dan kalo ada yang berani-berani petantang petenteng ngaku-ngaku sabuk hitam BJJ tapi ketauan itu hasil beli bukan hasil keringat ya siap-siap aja disamperin.

Jangankan memalsukan peringkat sabuk hitam, kalau ada yang tiba-tiba memakai sabuk biru terus menunjukkan skill yang questionable dengan gerakan-gerakan yang secara fundamental salah (misalnya berusaha melakukan kimura dalam posisi di dalam close guard), itu pasti di-smash abis-abisan sama colored belts yang ada.

BTW, we are generally nice people kok (^__^)

Cara pasang sabuk BJJ

Okey, sekarang deh videonya di mana saya nunjukkin cara pasang sabuk BJJ dengan berbagai varian. Monggo ditonton di bawah ini dan sampai bertemu di #RabuBakuHantam berikutnya. Oss!


Leave a Reply

Your email address will not be published.