Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan netijen kepada saya di Twitter adalah berapa biaya latihan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ).

Di postingan #RabuBakuHantam kali ini saya akan memberikan kisaran biaya latihan BJJ di Jakarta saja ya soalnya kalau di kota-kota lain saya tidak tahu.

Biaya membership BJJ

Pertama, saya akan share biaya membership bulanan dulu mulai dari tempat saya berlatih.

Tempat latihan saya saat ini adalah di Alliance Jiu Jitsu cabang Tap Out Fitness di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. Di tempat ini skema membership-nya adalah Rp 800,000 untuk 8 sesi sebulan, Rp 1,000,000 untuk 12 sesi sebulan dan Rp 1,650,000 untuk 20 sesi sebulan. Jadi kalau dibagi-bagi dalam jumlah minggu per bulan biaya latihannya adalah Rp 800,000 untuk 2 kali seminggu, Rp 1,000,000 untuk 3 kali seminggu dan Rp 1,650,000 untuk 5 kali seminggu.

Jadwal latihan BJJ di Tap Out Fitness ini adalah dari hari Senin sampai Jumat setiap jam 7 malam.

Rata-rata untuk tempat latihan BJJ yang berafiliasi dengan Alliance Jiu Jitsu biaya membership dan skemanya kurang lebih sama. Cabang Alliance Jiu Jitsu lainnya ada di Mana Powerhouse di Kemang, Haymaker Gym di Kelapa Gading sama di Bengkel Crossfit daerah Jakarta Pusat. Pusatnya sendiri ada di Elite Club Epicentrum Rasuna Said tapi di masa pandemi ini Elite Club belum buka sejauh ini.

Untuk tempat latihan BJJ tim lain (Gracie Barra, Caio Terra Academy, Synergy Jiu Jitsu dll), saya kurang tahu persis tapi sejauh pengalaman saya biaya membership di Jakarta range-nya antara Rp 800,000 sampai Rp 1,500,000-an per bulan.

Biaya gear latihan BJJ

Gi atau kimono BJJ dibuat dari bahan kuat dan tebal untuk tahan lama dipakai latihan keras bertahun-tahun.

Selain biaya membership bulanan, setiap praktisi BJJ wajib memiliki seragam latihan yang sering disebut dengan gi atau kimono.

Kisaran harga gi untuk merk lokal (Springroll, Rounin, Hammond Fightwear, Hook Fightwear dll) itu adalah sekitar Rp 1,500,000 sedangkan buat brand premium import (Venum, Grips, Hyperfly, Shoyoroll dll) adalah antara Rp 1,500,000 sampai dengan Rp 3,500,000 bahkan ada yang Rp 20,000,000 untuk merk premium edisi khusus/langka.

Gi harganya mahal karena memang bahannya kuat dan tahan lama untuk bertahun-tahun dipakai latihan keras (ditarik-tarik, diputar-putar dan sebagainya).

Sebelum bapak ibu membeli gi, ada baiknya tanyakan dulu ke gym tempat latihan apakah mereka mewajibkan pemakaian gi khusus atau tidak. Ada beberapa gym yang memang mewajibkan member-membernya memakai gi tertentu dan ada yang membebaskan.

Untuk di awal, saran saya beli minimal 2 gi karena latihan sekali seminggu itu tidak akan berasa banyak ke peningkatan skill BJJ. Selain itu, beli gi dengan warna putih, royal blue atau hitam karena warna-warna inilah yang diperbolehkan ikut di kompetisi. Selalu pastikan gi yang dibeli IBJJF-approved kalau berminat ikut kompetisi.

Gear lain yang dibutuhkan adalah rashguard untuk bisa mengikuti latihan no-gi atau sebagai pelapis daleman untuk melindungi kulit dari gesekan dengan bahan kain gi.

Di kelas no-gi, kita belajar teknik-teknik submission tanpa menggunakan gi atau kimono.

Rashguard kisaran harganya antara Rp 200,000 dan Rp 1,000,000-an tergantung brand dan jenis kainnya. Buat latihan no-gi juga disarankan memiliki celana pendek khusus grappling yang memiliki bahan elastis tapi kuat dan produk ini kisaran harganya kurang lebih sama dengan rashguard.

Disarankan juga untuk berinvestasi di gear-gear pelindung lainnya seperti mouth guard, groin guard, braces dll. Harga produk-produk ini antara Rp 125,000 dan Rp 500,000-an.

Ya kurang lebih demikian kisaran biaya-biaya buat belajar BJJ mulai dari membership sampai ke gear peralatan latihan. Semoga informasi ini berguna buat bapak ibu yang tertarik ingin belajar salah satu ilmu baku hantam yang paling efektif ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published.