Kanker adalah hal yang lumayan akrab dengan saya. Bukan karena saya adalah seorang survivor/penyintas kanker tapi karena banyak orang-orang di sekitar saya yang menderita kanker.

Kedua orang tua saya almarhum karena kanker. Mama karena kanker paru-paru dan papa karena kanker lambung. Mama dari sahabat saya, yang sudah saya anggap seperti ibu angkat, pun meninggal karena kanker.

Merry Magdalena adalah salah seorang teman saya yang juga menderita kanker dan syukurnya, sampai sekarang beliau berhasil mengalahkan penyakit kankernya dan bertahan hidup.

Merry Magdalena

Pengalaman Merry dalam menghadapi kanker beliau tuangkan dalam buku "Begini Caraku Membunuh Kanker" yang diterbitkan oleh Gramedia.

Merry adalah seorang penulis yang saya cukup kenal secara pribadi dan saya juga sering membaca karya-karya terdahulunya di Toko Buku Gramedia. Buku-buku Merry kebanyakan berupa listcycle atau artikel panjang yang dibagi-bagi dalam sejumlah list. Jadi kalau kamu menemukan buku-buku Merry, kebanyakan bertema "X-tips untuk melakukan sesuatu" atau list-list lainnya.

Yang membedakan dengan buku-buku sebelumnya, buku kali ini berangkat dari pengalaman Merry sendiri menghadapi kanker. Selama ini, dia menulis topik yang bukan ngomongin tentang dia sendiri. Dan karena topik buku kali ini cukup gloomy dan berat yaitu kanker, maka rasa dari narasi yang tertuang dalam buku ini terasa jauh lebih personal dari buku-buku sebelumnya.

Sama seperti buku-buku sebelumnya, Merry kembali membagikan sejumlah tips. Kali ini jumlah tips-nya adalah 20 dan kesemuanya berbicara tentang bagaimana "mengalahkan" kanker.

Kenapa saya kasih tanda kutip? Karena buku ini tidak membicarakan tentang bagaimana mengalahkan kanker secara harafiah. Mengalahkan di sini adalah sebuah simbol bagaimana cara untuk tetap hidup berguna walaupun tubuh digerogoti kanker. Karena terlepas apapun yang dikotbahkan oleh tukang jual obat mujarab dan motivator di luar sana, kanker adalah sesuatu yang sangat mematikan dan hampir tidak mungkin mengalahkannya secara total.

Dr. Ryuhasan

Buku ini dibuka oleh sebuah pengantar yang ditulis oleh Dr. Roslan Yusni Hasan atau lebih akrab dikenal di dunia media sosial sebagai Dr. Ryuhasan.

Pengantar dari Dr. Ryuhasan ini menceritakan tentang apa itu kanker dan perjalanan penyakit ini sejak dari jutaan tahun yang lampau. Lewat pengantar ini, Dr. Ryuhasan memberikan sebuah konteks mengenai realita apa kanker itu sebenarnya dan bagaimana kita harus mengendalikan ekspektasi kita ketika suatu saat nanti kita atau orang terdekat kita divonis menderita kanker.

Dari pengantar, kita langsung dibawa ke chapter atau tips pertama dari Merry. Di chapter ini, Merry bercerita tentang bagaimana dia pertama kali tahu bahwa dia menderita kanker di akhir tahun 2016. Penyajian kisah pengalaman menyakitkan Merry selama menjalani pemeriksaan untuk memastikan dia kanker atau tidak disajikan dengan humor yang self-deprecating.

Mungkin inilah cara Merry coping dengan pengalaman yang bagi kebanyakan orang bisa sangat traumatis.

Humor yang mentertawakan diri dan kemalangan sendiri, after all, adalah sebuah coping mechanism yang cukup umum dilakukan oleh mereka yang sedang mengalami penderitaan dan menanggung beban berat. Dan divonis kanker stadium 3B adalah sebuah pengalaman yang bisa ditangisi terus menerus atau dibawa tertawa karena sudah sedemikian dekat kita dengan pembebasan dari beban hidup (baca: kematian).

Danse Macabre

Selepas chapter pertama, Merry membawa kita ke perjalanannya menerima fakta bahwa dia menderita kanker stadium tinggi dan salah satu kakinya sudah mulai berjinjit ke dunia seberang. Perjalanan ini dihadirkan kembali bukan dengan tangis air mata menye-menye tapi dengan humor yang mentertawakan betapa rapuhnya hidup. Tapi justru karena rapuh inilah maka hidup bisa jadi berarti.

Semakin saya masuk ke cerita perjalanan Merry, semakin saya merasa bahwa apa yang ditulis di dalam buku ini bukan hanya beresonansi kepada mereka yang menderita kanker tapi kepada semua orang yang menderita sakit dan penderitaan yang tidak terperi. Apa yang Merry katakan dan bagi di dalam buku ini juga cocok untuk mereka yang menderita depresi, merada dalam keputusasaan entah itu karena masalah pribadi atau pekerjaan, mereka yang seluruh dunianya serasa gelap.

Buku Merry ini tentu bukan pengganti pengobatan profesional. Buku ini pastinya tidak akan membantu orang sembuh ataupun terlepas dari penderitaan saat itu juga tapi buku ini bisa mengajak kita untuk lebih "woles" deh karena hidup toh serapuh itu dan tidak ada gunanya juga memikirkan akan kematian. Yang terpenting adalah hidup sehidup-hidupnya selama masih bernafas karena kita hanya bisa merasakan ini semua sekali saja dalam semesta yang luas ini.

Begini Caraku Membunuh Kanker

20 Tips Melawan Penyakit Mematikan

Oleh Merry Magdalena


Leave a Reply

Your email address will not be published.