Selamat tahun baru semuanya! Postingan #SeninDigital minggu ini masih melanjutkan lebih jauh tentang optimalisasi email marketing. Minggu lalu, saya telah membahas tentang 5 langkah teknis untuk membangun subscribers email blog atau website dan di minggu ini saya akan memperkenalkan tentang istilah double opt-in dan single opt-in.

Pertama-tama, buat yang masih baru banget, yang namanya opt-in itu sendiri apa sih? Nah, "opt-in" adalah istilah yang mendefinisikan tindakan seseorang mendaftarkan diri untuk menjadi seorang subscriber email dari sebuah blog atau website.

Opt-in ini kemudian dibagi dalam 2 jenis metode yaitu double dan single. Di bawah ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai 2 jenis opt-in ini beserta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode.

Metode #1: Double opt-in

Metode double opt-in adalah di mana pendaftar baru harus mengkonfirmasi pendaftaran mereka terlebih dahulu sebelum mereka berhasil masuk ke dalam list email kita.

Cara konfirmasi pendaftaran ini bermacam-macam tapi yang paling populer adalah pendaftar baru akan menerima sebuah email konfirmasi yang berisi link konfirmasi. Link konfirmasi ini harus mereka klik agar mereka bisa terdaftar ke dalam list email kita.

Berikut adalah contoh email dan link konfirmasi yang dikirimkan oleh blog ini kalau ada pembaca yang melakukan pendaftaran untuk menjadi subscriber:

Setelah pendaftar meng-klik link yang ada di dalam email konfirmasi, maka mereka akan langsung terdaftar dan menerima email "selamat datang" yang berisi link download atau akses ke lead magnet kita. Mengenai email "selamat datang" dan lead magnet ini juga ada dibahas di postingan minggu lalu.

Kelebihan double opt-in

Salah satu kelebihan utama penggunaan metode double opt-in adalah mendapatkan subscribers dengan kualitas lebih tinggi. Hal ini karena dengan menggunakan metode double opt-in, kemungkinan besar email yang kamu dapatkan adalah email asli bukan email abal-abal atau palsu. Ingat; pendaftar harus mengklik link konfirmasi yang hanya bisa diakses lewat inbox email mereka.

Double opt-in juga mengurangi resiko alamat email yang kamu gunakan diidentifikasi sebagai pengirim email spam. Kalau kamu keseringan mengirimkan email ke alamat email palsu dan mengalami bounce (email tidak terkirim), lama kelamaan email kamu akan diidentifikasi sebagai spam sehingga mempengaruhi tingkat delivery email kamu ke inbox utama dari subscribers kamu. Pendaftar yang sudah mengkonfirmasi pendaftaran mereka pun lebih kecil kemungkinannya untuk menandai email kamu sebagai email spam.

Kekurangan double opt-in

Dengan menggunakan double opt-in, maka tingkat konversi pengunjung kamu untuk menjadi subscribers, atau biasa juga disebut dengan lead, pun menjadi lebih rendah. Ini karena ternyata lumayan banyak juga pendaftar yang sering lupa untuk mengklik link konfirmasi walaupun mereka sudah menggunakan email asli di proses pendaftaran.

Persentase pendaftar yang lupa mengklik link pendaftaran ternyata lumayan signifikan yaitu sekitar 20 persen menurut studi kasus ini.

Dengan tingkat konversi yang lebih rendah, pertumbuhan list subscribers kamu pun akan lebih lambat.

Metode #2: Single opt-in

Dalam metode single opt-in, pendaftar tidak perlu mengkonfirmasi pendaftaran mereke lewat sebuah email konfirmasi ataupun mengklik link konfirmasi.

Begitu mereka memasukkan alamat email di form pendaftaran, mereka akan langsung masuk ke dalam list dan langsung dibawa ke link download/akses lead magnet kita.

Kelebihan single opt-in

Sudah cukup jelas bahwa kelebihan utama metode ini adalah kecepatan pertumbuhan list yang lebih cepat daripada metode double opt-in. Pendaftar baru tidak perlu melakukan langkah tambahan mengklik link konfirmasi jadi begitu mereka selesai melakukan pendaftaran, mereka langsung masuk dalam list kita. Dari 100 yang melakukan pendaftaran, semuanya langsung masuk sebagai subscribers.

Kekurangan single opt-in

Di sisi lain, single opt-in juga memperbesar kemungkinan kita mengumpulkan email-email sampah/palsu ke dalam list kita. Pendaftar baru bisa-bisa saja menggunakan alamat email yang sebenarnya tidak ada hanya untuk mendapatkan akses ke lead magnet kita dan setelahnya, kita tidak akan bisa memfollow up mereka lagi.

Lalu alamat email kita pun akan lebih rawan ditandai sebagai spam karena kita jadi sering mengirimkan email ke alamat email yang tidak ada.

Dari sisi pendaftar, sering kali mereka pun lupa bahwa mereka telah melakukan pendaftaran dan begitu mereka menerima email follow up dari kita, mereka langsung menandai bahwa kita melakukan spam. Hal ini juga bisa terjadi kalau pendaftar menggunakan alamat email teman/kenalan mereka sehingga yang menerima email follow up kita adalah orang lain sehingga besar kemungkinan ditandai sebagai spam.

Jadi pilih metode mana?

Pilihan metode yang kamu pilih itu tergantung dari tujuan kamu. Apakah kamu ingin membangun list dengan cepat tapi dengan kualitas subscribers yang lebih rendah atau membangun dengan lebih pelan tapi memiliki subscribers dengan tingkat kualitas yang lebih tinggi?

Saya sendiri lebih memilih metode double opt-in karena pengalaman-pengalaman terdahulu menunjukkan bahwa subscribers yang didapat dari metode single opt-in kualitasnya jauh lebih rendah.

Pertumbuhan list memang terasa cepat tapi di sisi lain hampir dari semua subscribers yang masuk tidak pernah membuka email lagi setelah mereka mendapatkan link download lead magnet dan juga banyak bounce email karena penggunaan alamat email palsu.

Ingin Mulai Membangun List Email?

Gunakan fitur-fitur canggih dari Kirim.Email untuk mulai membangun list subscribers blog/website kamu sekarang!


Leave a Reply

Your email address will not be published.