Di masa pandemi yang telah berlangsung sejak Maret 2020 ini, volume belanja online masyarakat NKRI nampaknya juga turut meningkat terutama karena memang banyak orang yang disuruh oleh kantornya untuk bekerja dari rumah demi meminimalisir penularan COVID-19 sesuai saran pemerintah dan tenaga kesehatan.

Di kala gabut setelah menyelesaikan pekerjaan dan menuntaskan segala macam Zoom meeting dengan kolega-kolega, mulailah tenaga kerja kelas menengah NKRI di jam-jam gabut mulai browsing lihat-lihat berbagai jenis produk untuk berbelanja.

Banyak yang pergi ke marketplace seperti Tokopedia, Shopee dan lain-lain. Dan juga tidak kalah banyak yang pergi ke Instagram untuk mencari produk-produk unik yang biasanya tidak ada di marketplace, contohnya seperti gi Brazilian Jiu-Jitsu merk premium, skin care asal Korea yang di sini belum dapat sertifikat BPOM dan sebagainya.

Nah, di medan Instagram ini biasanya saya menemukan banyak netijen ngomel-ngomel di Twitter ataupun Facebook dan kanal media sosial lainnya karena mereka kesal melihat seller di Instagram tidak pernah menaruh harga di foto produk. Hampir selalu captionnya minta pengunjung untuk mengirimkan direct message (DM) untuk info harga.

Nah, karena saya juga seorang pelaku usaha online, ijinkan saya menjelaskan ke bapak ibu netijen yang budiman sekalian kenapa sih seller di Instagram hampir selalu gak pernah naro harga produk di caption dan minta peminat untuk men-DM.

Alasan #1: Kebanyakan seller Instagram adalah reseller/dropshipper atau agen

Reseller, dropshipper ataupun agen sales bukanlah pemilik/pembuat asli dari produk yang dijual.

Mereka-mereka ini biasanya bergabung atau bekerjasama dengan vendor-vendor yang menyediakan produk-produk yang mereka jual di akun Instagram.

Cara mereka mendapatkan duit ya dengan memarkup harga jual produk agar mendapatkan profit.

Reseller, dropshipper maupun agen biasanya mendapatkan harga khusus dari vendor. Harga khusus ini lebih rendah dari harga pasar sehingga membuat para reseller, dropshipper maupun agen ini bisa menentukan profit margin secara bebas.

Dengan skema di atas, bapak ibu bisa melihat tidak apa yang menyebabkan para penjual online di Instagram hampir selalu tidak pernah menaruh harga di caption?

Alasan nomor satu adalah kompetisi di antara reseller, dropshipper dan agen itu sendiri dalam menjual produk dari vendor yang sama. Untuk lebih jelasnya baca lebih lanjut.

Alasan #2: Kompetisi antar pelapak IG yang menjual produk yang sama bisa menyebabkan perang harga

Pembeli, termasuk netijen NKRI, pasti ingin cari harga yang termurah kan? Karena alasan inilah para pelapak IG suka menyembunyikan harga agar netijen NKRI mendapatkan sedikit kesulitan untuk membanding-bandingkan harga dengan pelapak lain yang menjual produk yang sama.

Yang di atas disebutkan itu adalah alasan paling umum tapi kenapa ada banyak juga seller IG yang produknya unik dan ekslusif tetap juga menyembunyikan harga di caption? Untuk mereka-mereka ini, motivasinya bukan perang harga lagi tapi alasan di bawah ini....

Alasan #3: Membangun database prospek dan sales funnel

Semua yang melakukan usaha online pasti tau pentingnya membangun database terutama yang berisi kontak calon klien (prospek) baik itu email maupun nomor kontaknya.

Dalam konteks jualan di IG, begitu ada peminat mengirimkan DM ke akun penjual untuk bertanya tentang harga, saat itu juga dia akan masuk ke dalam database dan sales funnel si penjual.

Apa itu sales funnel? Sederhananya sales funnel adalah tahap konversi prospek dari yang awalnya cold (dingin alias masih cuma ingin tanya-tanya) ke hot (panas alias memutuskan untuk membeli dan transfer).

Begitu prospek mengirimkan DM, maka si penjual akan menyiapkan banyak template jawaban untuk mengkonversi orang yang ada di dalam inboxnya menjadi pembeli. Di sini, si penjual juga akan sebisa mungkin mendapatkan kontak si prospek agar bisa difollow up ke depannya.

Nah, ketiga alasan di atas itulah yang menyebabkan banyak penjual online di IG menyembunyikan harga produknya. Tujuannya bukan untuk bikin bapak ibu netijen sekalian kesal atau sok misterius tapi memang bagian dari strategi jualan mereka agar bisa survive di masa pandemi ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published.